Rabu, Desember 01, 2010

Kodok Bonsor ini Suka Memakan Tikus



Menyebut kodok, yang terlintas di benak adalah hewan amfibi mungil berkaki empat yang suka meloncat-loncat. Demikian pula dengan kodok raksasa Afrika (African bullfrog). Namun, ada yang membedakan kodok jenis satu ini dengan kodok mungil lainnya.

Kodok berpostur bongsor itu bisa meloncat hingga sejauh 3,7 meter. Tak hanya itu, African bullfrog (Pyxicephalus adspersus) termasuk dalam jenis amfibi pemakan daging (karnivora) yang bersifat agresif. Kodok itu memiliki gigi setajam proyektil yang disebut ondontoids. Konon, rasanya seperti terkena pecahan beling ketika daging kita dijepit kedua rahangnya.

Seperti ketika seekor tikus yang menjadi “kudapan” si kodok yang tinggal di kebun binatang Newquay, Inggris. Dengan sekali caplok, tikus tersebut langsung masuk mulut kodok Afrika itu.

Dan Garrick, 30, pawang hewan tropis di kebun binatang Newquay menjelaskan kebiasaan makan si kodok. Menurutnya, predator ini akan duduk dan menunggu hewan santapannya lewat di depannya.

“Mereka terstimulasi oleh gerakan dan menyerang dengan mendadak santapan yang lewat di hadapannya, seperti tikus ini,” ujar Garrick.

Setelah dicaplok, tikus mangsanya akan mati kehabisan napas atau pingsan sebelum akhirnya dicerna.
Jika mangsa terlalu besar, kodok itu tetap bisa dengan mudah menelannya langsung ke dalam perut dan menunggu hingga saat makan berikutnya tiba.

“Toh, meski memiliki kebiasaan makannya menjijikkan, kodok merupakan hewan yang bertanggung jawab, terutama jika mereka telah menjadi orangtua,” imbuh Garrick.

Mereka akan menjaga telur dan kecebongnya dari serangan hewan pemangsa lainnya. Tak jarang, mereka akan menggali kolam untuk memastikan anak-anaknya tidak kekeringan.

Kodok Afrika memangsa serangga, burung, reptil, bahkan menjadi kanibal dengan melahap kodok lainnya. Di Afrika, kodok itu termasuk jenis paling besar.

Bobot kodok itu bisa mencapai 2 kilogram dengan panjang mencapai 23 sentimeter. Tidak seperti jenis kodok lainnya, kodok jantan lebih besar dari betinanya. Si betina biasanya hanya mencapai panjang 12 sentimeter. Dengan warna kulit hijau terang, kodok jantan memiliki kerongkongan berwarna kuning, sedangkan kodok betina berwarna krem.

Mereka berkembang biak di tempat kedap air, untuk mencegah dirinya kekeringan, terutama di bawah terik panas matahari Afrika. Mereka bisa hidup di padang rumput, genangan air, dan di musim panas mereka mengubur dirinya di bawah tanah.

Katak Afrika banyak dijumpai di wilayah selatan, tengah, dan timur Afrika. Seperti di Malawi, Zambia, Nigeria, Somalia, Mozambi, Angola, Afrika Selatan, Kenya, Zimbabwe, Tanzania, dan Sudan. Ukuran tubuh katak itu tercatat nomor dua terbesar di bawah katak raksasa dari Kamerun. 
 
 
http://tidakmenarik.wordpress.com/2010/11/04/kodok-bonsor-ini-suka-memakan-tikus/#more-7466

Reddit
Digg
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 Comments:

Posting Komentar

Mengenai Saya

About This Blog

Blog ini adalah kumpulan artikel tentang berita, hal unik, sejarah, legenda, misteri dan fenomena baik yang sudah terpecahkan maupun yang masih diteliti dan pedebatan, dan legenda legenda.

Isi dari artikel adalah hasil penyuntingan dan penterjemahan dari artikel yang sudah ada diinternet. Kami hanya ingin mendedikasikan blog ini untuk penyebarluasan ilmu yang semoga bermanfaat dan dapat menjadi bahan renungan untuk pembaca bahwa masih banyak misteri/fenomena yang belum terjamah oleh pemikiran manusia dan sesungguhnya semua ilmu adalah milik Allah S.W.T.

Pemikiran tentang keberadaan manusia di alam semesta adalah rahasia-Nya, tetapi manusia diberi akal & pikiran untuk terus menimba ilmu bermanfaat darimanapun ilmu itu berasal.

Postingan di blog ini boleh di copy atau disebarluaskan asal dicantumkan link sumbernya.
 

Pristianpedia™ Copyright © 2010 LKart Theme is Edited by Pristian Hendra Pradana