Sabtu, Juli 03, 2010

Makhluk - makhluk Legendaris


Chimaera
Chimaera (bahasa Yunani: Χίμαιρα; Chímaira) adalah makhluk legendaris dari mitologi Yunani yang merupakan gabungan dari tiga hewan: ular, kambing, dan singa. Berbadan kambing, berekor naga atau ular, dan berkepala singa, namun beberapa kisah mengatakan kepalanya terdiri dari dua hewan (kambing dan singa), atau gabungan dari ketiga hewan tersebut. Chimaera mampu menyemburkan api dari hidung dan mulutnya. Kadang-kadang Chimaera menjadi lambang kekuatan setan.
Menurut mitologi, Chimaera merupakan puteri dari Typhon dan Echidna, dan bersaudara dengan beberapa monster dalam legenda, seperti anjing Cerberus dan Hydra dari danau Lernae.
Chimaera berhasil dikalahkan oleh Bellerephon sambil menunggangi Pegasus (kuda bersayap), atas perintah Raja Iobates dari Lycia. Ia mengalahkan Chimaera dengan lembing dan memenggal kepala makhluk itu.

Nimfa


Dalam mitologi Yunani, Nimfa adalah salah satu kaum dari makhluk legendaris yang berwujud wanita, tinggal di tempat-tempat tertentu dan menyatu dengan alam. Mereka diidentikkan dengan peri, atau bidadari yang tinggal di alam bebas.
Mereka personifikasi dari alam, dan spirit dari tempat-tempat tertentu yang dapat ditemukan di alam liar, seperti sungai, pepohonan, air terjun, mata air, gunung, dan sebagainya. Mereka terbagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan tempat dimana mereka bisa ditemukan. Contohnya: Dryad dan Hamadryad (Nimfa yang tinggal di pepohonan); Naiad (Nimfa air); Oread (Nimfa di pegunungan).

Kentaur

Dalam mitologi Yunani, Kentaur (bahasa Yunani: Κένταυροι ; Kéntauroi) adalah bangsa makhluk legendaris, makhluk setengah manusia setengah binatang yang dilukiskan berwujud manusia dari kepala sampai pinggang namun bagian tubuh ke bawah berwujud kuda (manusia-kuda).
Kentaur muncul secara individual atau berkelompok dalam kisah-kisah Yunani kuno, seperti pada kisah penculikan Deianira oleh Nessus dan kisah perkawinan Pirithous. Kentaur individual yang terkenal adalah Nessus, Khiron, Folus, Eurition. Semuanya muncul dalam kisah-kisah Herakles.

Orc



Orc adalah makhluk legendaris yang muncul dalam cerita-cerita rakyat dan kisah-kisah fiksi fantasi sebagai makhluk buas dengan postur tubuh menyerupai manusia, kadang-kadang seperti raksasa, kulitnya biasanya berwarna hijau, wajahnya mirip babi, kera atau monster dengan taring panjang, sifatnya garang dan buas. Dalam kisah fantasi The Lord of The Ring, Orc merupakan salah satu ras yang menghuni Bumi tengah. Orc diidentikkan sebagai ras yang ganas dan jahat. Orc merupakan musuh dari para Elf dan manusia. Mereka senang makan daging dan kadang-kadang mereka menjadi bangsa kanibal.Di dalam cerita The Lord of The Ring juga di katakan bawasannya Orc dulu berasal dari bangsa Elf/Peri.namun karena mereka selalu ditanami oleh sifat benci,iri,dengki,sombong,dan lain-lain yang jelek.makanya Elf bisa berubah menjadi Orc yang buruk rupa.
Kata “orc” atau “ork” dihubungkan dengan setan, iblis, ogre, ras yang jahat, atau monster. Setan-setan atau iblis sering disamakan dengan “Orc”. Dalam cerita-cerita, film-film dan games, Orc biasanya dilukiskan berkulit hijau, wajahnya tidak seperti manusia dengan dua taring panjang. Biasanya ukurannya lebih besar ataupun seukuran dengan manusia, dan sifatnya lebih ganas.

Dryad

Driad adalah makhluk legendaris dari mitologi Yunani. Menurut mitologi Yunani, Driad merupakan makhluk, atau semacam peri, yang menghuni tumbuh-tumbuhan, berwujud wanita.
Dalam bahasa Yunani istilah serupa, drys, berarti pohon oak. Dari kata ini timbul pengertian mengenai Driad yakni kaum Nymph yang hidup dalam tumbuh-tumbuhan. Istilah tersebut sering dipakai untuk menyebut kaum Nymph yang tinggal dalam pepohonan secara umum.
Karakter Driad dari mitologi Yunani muncul dalam kisah fantasi The Chronicles of Narnia sebagai spirit berwujud wanita yang berasal dari pepohonan.
Dalam permainan Warcraft, Driad muncul sebagai salah satu unit petarung dari ras Elf. Wujudnya setengah wanita dan setengah rusa.

Katai


Katai adalah bangsa makhluk legendaris yang berukuran sangat kecil dan hidup di bawah tanah. Menurut Paracelsus, Katai merupakan makhluk supernatural yang hidup dari unsur tanah. Meskipun kecil, mereka mampu berjalan dengan mudah mengikuti langkah seorang manusia. Mereka biasanya memakai topi kerucut, dan sinar matahari bisa mengubah mereka menjadi batu. Dalam beberapa kisah, mereka sering dilukiskan sebagai makhluk yang sangat kecil, mukanya jelek, diidentikkan sebagai bangsa peri yang jahil, atau disamakan dengan goblin. Mereka memiliki kekuatan ajaib untuk membuat orang merasa senang atau sedih.
Makhluk katai muncul dalam dongeng-dongeng Jerman, termasuk dongeng karangan Grimm bersaudara, sebagai orang tua bertubuh kecil yang hidup di bawah tanah, yang menjaga harta karun terkubur. Gnome juga muncul dalam kebudayaan negara Eropa lainnya dengan berbagai nama: Kaukis dari Prussia; Barbegazi, makhluk mirip katai dengan kaki besar dalam cerita rakyat Perancis dan Swiss. Vættir adalah sejenis katai dari negara Islandia.

Hippogriff


Hippogriff adalah bangsa makhluk legendaris sejenis Griffin, yang dilukiskan berwujud setengah burung rajawali setengah kuda. Kepala dan badan depannya menyerupai rajawali sedangkan tubuh bagian belakangnya berupa kuda. Menurut legenda, Hippogriff merupakan makhluk hasil perkawinan antara kuda dengan Griffin.
Hippogriff seperti Griffin, namun ia lebih jinak sehingga lebih mudah untuk dikendalikan. Dalam dongeng-dongeng dan kisah fiksi fantasi, Hippogriff sering berperan sebagai hewan peliharaan atau kendaraan bagi ksatria dan tukang sihir. Hal itu membuat Hippogriff menjadi pilihan yang tepat untuk menjangkau tempat-tempat jauh, nyaman ditunggangi, dan secepat kilat.

Huldra


Dalam dongeng-dongeng dan cerita rakyat Skandinavia, Huldra (nama lain di Swedia: Skogsrå atau Skogsfru (artinya “gadis hutan”), dan Tallemaja) adalah makhluk legendaris yang berasal dari hutan. Biasanya berjenis kelamin wanita.
Dilihat dari depan, mereka telanjang dengan wajah yang sangat luar biasa cantiknya, namun jika dilihat dari belakang, punggungnya berlubang seperti lubang pohon pada batang pohon yang sudah tua. Di Norwegia, punggung mereka tidak berlubang, namun mereka punya ekor (ekor sapi menurut kepercayaan orang Norwegia, sedangkan bagi orang Swedia mereka punya ekor sapi atau ekor rubah) yang merupakan satu-satunya hal yang membedakan mereka dari gadis normal.
Huldra memancing lelaki supaya masuk ke hutan untuk diajak berhubungan badan. Mereka akan memberi balasan bagi lelaki yang telah memuaskan nafsu mereka dan membunuh lelaki yang tidak bersedia. Namun Huldra di Norwegia tidak seperti itu. Mereka mungkin saja menculik seseorang, namun segan untuk membunuhnya. Mereka kadang-kadang menculik bayi manusia dan menempatkannya di antara anak-anak mereka yang disebut Huldrebarn.
Huldra berjenis kelamin pria disebut Huldu, atau “Huldrekall” (sebutan di Norwegia).
Di Norwegia, Huldra sering dilukiskan sebagai gadis desa yang istimewa, mengenakan pakaian petani, namun wajahnya nampak lebih memikat dan bercahaya jika dibandingkan dengan gadis desa biasa. Kadang-kadang Huldra menikahi pria lokal, namun bila itu terjadi, segala kemewahan dan keindahan yang menyelimuti tubuhnya akan menghilang ketika pendeta memegang tangannya, atau jika memasuki gereja.
Jika Huldra dikhianati, ia akan sakit hati dan menghukum siapapun yang menyakiti hatinya, seperti sebuah cerita dari Sigdal. Seekor Huldra akan menikah dan calon suaminya sudah bersumpah akan menikahinya, dengan syarat, pria itu tidak boleh menceritakan apapun tentang pengantinnya kepada orang lain. Namun pria itu mengingkari janjinya. Huldra memukul telinga pria itu dengan ekornya lalu pria itu kehilangan pendengaran dan akal pikiran selama sisa hidupnya.

 Melusine
 

Dalam legenda dan dongeng Eropa, Melusine adalah makhluk air legendaris yang berasal dari mata air dan sungai sakral.
Melusine dilukiskan berwujud wanita dari kepala sampai pinggang, sedangkan berwujud ular atau ikan (kebanyakan seperti puteri duyung) dari pinggang ke bawah. Melusine juga dilukiskan bersayap, dengan memiliki dua ekor, dan dihubungkan dengan Nix.

Griffin
 Griffin (Yunani: gryphos ; Persia: شیردال; shirdal : “singa-rajawali” ) (disebut juga Gryphon) adalah bangsa makhluk legendaris bertubuh singa sedangkan bersayap dan berkepala rajawali. Selayaknya singa sebagai “Raja hewan buas” dan burung rajawali sebagai “Raja di udara”, menjadikan Griffin sebagai hewan yang paling berkuasa atas kedua hal tersebut atau bergelar sebagai “Raja hewan buas dan penguasa udara”.

Reddit
Digg
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

1 Comment:

Anonim said...

keren

Poskan Komentar

Arsip

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Update

Mengenai Saya

Foto Saya
Bukateja, Purbalingga,Cental Java, Indonesia
My Name Pristian Hendra Pradana My School In Sma n 1 Klampok Follow me @Avlixandria Add me Pristian Hendra Pradana

About This Blog

Blog ini adalah kumpulan artikel tentang berita, hal unik, sejarah, legenda, misteri dan fenomena baik yang sudah terpecahkan maupun yang masih diteliti dan pedebatan, dan legenda legenda.

Isi dari artikel adalah hasil penyuntingan dan penterjemahan dari artikel yang sudah ada diinternet. Kami hanya ingin mendedikasikan blog ini untuk penyebarluasan ilmu yang semoga bermanfaat dan dapat menjadi bahan renungan untuk pembaca bahwa masih banyak misteri/fenomena yang belum terjamah oleh pemikiran manusia dan sesungguhnya semua ilmu adalah milik Allah S.W.T.

Pemikiran tentang keberadaan manusia di alam semesta adalah rahasia-Nya, tetapi manusia diberi akal & pikiran untuk terus menimba ilmu bermanfaat darimanapun ilmu itu berasal.

Postingan di blog ini boleh di copy atau disebarluaskan asal dicantumkan link sumbernya.
 

Pristianpedia™ Copyright © 2010 LKart Theme is Edited by Pristian Hendra Pradana